Minggu, 08 Desember 2013

Penembakan Polisi dan Masyarakat Anomalik
Kamis, 31 Oktober 2013 16:00:54 WIB
Dilihat : 195 kali
PENEMBAKAN terhadap polisi yang terjadi akhir-akhir ini sungguh merisaukan kita semua. Polisi saja bisa ditembak, apalagi rakyat biasa. Padahal, rasa aman adalah salah satu kebutuhan psikologis yang fundamental bagi kehidupan masyarakat di mana pun mereka berada. Karena itu, peristiwa penembakan terhadap seorang polisi akan berdampak pada terganggunya ketenangan dan kedamaian hidup masyarakat.
Pada sisi lain, wibawa polisi kita juga makin merosot. Hal itu terjadi bukan hanya karena konflik kekerasan antara polisi dan masyarakat di sejumlah daerah, melainkan juga terkuaknya rekening gendut petinggi kepolisian dan korupsi yang begitu besar dalam tubuh aparat kepolisian kita. Kalau di kepolisian terjadi krisis moral, masih mungkinkah polisi efektif menjaga keamanan hidup masyarakat?
Anehnya, pemerintah sepertinya tidak berdaya dan kemudian menyikapinya sebagai hal yang biasa saja. Pengusutan memang dilakukan. Mereka yang tertangkap dan terlibat diadili dan dihukum, tetapi pengadilan itu terasa tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Perbaikan hanya menyentuh permukaan sehingga peristiwa terus berulang dan tidak ada kaitan dengan usaha perbaikan sistemnya.
Ironi kepolisian
Sebagai bangsa yang jumlah penduduknya amat besar, dengan tingkat kemiskinan tinggi disertai kesenjangan sosial tajam, kehadiran polisi sesungguhnya mutlak diperlukan karena kompleksitas permasalahan bangsa yang dihadapi semakin sulit diatasi. Tanpa kehadiran polisi yang merakyat dan berwibawa, situasi keamanan akan semakin terganggu dan kehidupan masyarakat makin jauh dari ketenangan. Bagaimana polisi menjaga keamanan hidup masyarakat kalau menjaga diri sendiri saja tidak bisa?
Peranan kepolisian pascareformasi semakin besar karena tentara ditarik ke baraknya dan baru diturunkan jika keamanan negara terancam. Keamanan rakyat diserahkan kepada polisi. Polisi pun mengisi semua penjagaan keamanan kehidupan masyarakat yang semula diisi tentara. Maka, tentara kehilangan lahan tambahannya sehingga penghasilannya mengecil karena hanya mengandalkan gaji yang tidak seberapa. Hal ini menimbulkan kecemburuan yang mudah menyulut konflik antara polisi dan tentara di sejumlah daerah.
Bisnis keamanan adalah bisnis yang besar untuk menjaga perusahaan, pertokoan, lalu lintas perdagangan, apalagi untuk menjaga kelangsungan bisnis yang ilegal, seperti perjudian, pelacuran, dan perdagangan narkoba. Para petinggi keamanan bisa memainkan peran secara formal dan struktural, baik sebagai komisaris perusahaan maupun penanggung jawab penjagaan keamanan formal dalam perusahaan besar. Akan tetapi, prajurit di tingkat bawah biasanya hanya akan kebagian menjadi penjaga bisnis ilegal di lokasi marjinal. Bisnis keamanan berlangsung diam-diam ini tentu saja menjadi rebutan para pihak dan sekali lagi rawan konflik.
Kebingungan rakyat
Ketika polisi mengalami krisis kewibawaan dan masyarakat merasa tidak memperoleh jaminan keamanan, mereka akan mencari jalan sendiri untuk memenuhi rasa aman. Mereka yang bergerak di bisnis ilegal biasanya akan mencari perlindungan dari para preman, kalau perlu dengandouble coverplus berkolusi dengan para penguasa formal di daerah setempat. Sementara mereka yang bergerak dalam bisnis legal ada yang mencari perlindungan diam-diam dari aparat keamanan lain atau dengan mengikuti ritual keagamaan dan menyandarkan diri kepada tokoh-tokoh spiritual.
Dalam konteks ada tidaknya polisi adalah sama saja, munculnya premanisme tidak bisa dihindarkan lagi dan bahkan masyarakat kemudian terjebak dalam tindakan premanisme. Mereka akan menyelesaikan masalah dengan cara-cara premanisme. Kekuatan otot akan mengalahkan kekuatan akal sehat. Akhirnya, kehidupan masyarakat mengalami anomali.
Suatu saat kebinekaan dan keanekaragaman bangsa akan diprovokasi menjadi pemicu konflik dan bisnis keamanan pun akan dikendalikan oleh premanisme. Akhirnya, bangsa ini akan dikoyak-koyak oleh premanisme, baik oleh mereka yang berbaju hitam maupun berbaju putih.
print.kompas.com 28 Oktober 2013

sumber.www.uin-suka.ac.idhttp://uin-suka.ac.id/index.php/page/kolom/detail/26/penembakan-polisi-dan-masyarakat-anomalik

Minggu, 01 Desember 2013

UIN Sunan Kalijaga

Nama-Nama Fakultas
1. FITK
2. Sains dan Tek
3. Syariah

Minggu, 06 Oktober 2013

Ayo Berqurban

Saudarku , kaum muslimin dan muslimat dimana saja!

Ketika kita lahir kedunia,  tak ada seorangpun diantara kita yang membawa sehelai kainpun, bahkan selembar benangpun tak ada yang melilit pada diri kita, artinya kita lahir tanpa membawa apa-apa,  artinya kita selaku manusia lahir kedunia ini tanpa persiapan apa-apa, hanya kita diberi modal oleh Allah berupa  potensi fisik, akal dan hati. Pontensi inilah yang diberikan oleh Allah kepada kita sehingga kita mempunyai kemampuan  untuk melakukan aktivitas dalam lapangan kehidupan  sehingga ada diantara kita yang diberikan reki oleh Allah swt, melampaui reski orang lain, bahkan  pemberian reski Allah ini tidak terbatas kepada materi saja, termasuk inmaterial sebagaimana  firman ALlah dalam surah Lukman :20

Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah Telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

Nikmat yang diberikan oleh Allah swt sesungguhnya sudah tidak terhitung lagi, sebagaimana firman Allah swt, dalam AL-qur’an :

“ Jika kamu mau menghitung nikmat Allah swt yang diberikan kepadamu niscaya kamu tak Akan mampu menghitungnya”

Untuk itu Allah swt menyuruh kita untuk senangtiasa mengsyukuri nikmat yang diberikan kepada kita, karena ketika kita bersyukur kepada Allah maka Allah akan senangtiasa menambahkan nikmatnya kepada kita semua sebagaimana firman-Nya

“ jika kamu bersyukur maka Allah akan senangtiasa menambahkan nikmatnya kepada kita semua”
Cara  kita bersyukur kepada Allah swt, adalah dengan cara shalat dan berkurban ,sebagaimana Firman Allah dalam surah  Al-Kautsar : 1-3

Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605].Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus[1606].

Menurut Allah setelah kita diberikan nikmat yang begitu banyak, lakukanlah shalat dan berkurbanlah.  Ibadah shalat adalah suatu bukti kesyukuran kita kepada Allah swt.sekaligus bentuk ketundukan seorang hamba kepada Khaliknya, juga sebagai bekal untuk kita diakhirat kelak inysa Allah, tentu ibadah shalat ini tidaklah memerlukan modal yang terlalu banyak, itupun masih terlalu banyak diantara ummat ini yang tidak melakukannya dan membiarkan waktu-waktu shalat itu berlalu begitu saja tanpa mereka melakukannya. Bukti kesyukuran kita selanjutnya yang cukup memerlukan pegorbanan harta adalah berkorban atau udhuhiyah, yaitu mengalirkan darah atau memotong  hewan pada hari raya idul fitri dan 3 hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah, yang diminta oleh Allah kepada kita untuk dikorbankan tidaklah teralu banyak jika dibandingkan dengan apa yang selama ini diberikan oleh Allah kepada kita semuanya, ya mungkin sekitar 1 – 1,5 juta , dan yang diminta Allah ini sesungguhnya juga adalah harta  Allah yang dititipkan kepada kita semua, jadi sungguh naïf jika ada orang yang sangat kikir kepada orang yang selama ini memberinya.
Coba banyangkan bagaimana pegorbanan Nabi Ibrahim As , dimana Nabi Ibrahim as  telah rela mengorbankan anaknya yang sangat ia sayangi,  betapa  tidak Nabi Ibrahim yang sudah mulai tua, tulang-tulangnya sudah mulai lemah, umur sudah mulai uzur belum juga dikaruniai anak tetapi beliau tidak berputus asa ia selalu memohon kepada Allah agar  ia dikarunia anak yang saleh , seperti doa beliu dalam surah asshaf : 100
Ya Allah anugrhilah kami anak yang saleh
Kemudian Allah swt menganugerahi anak yang saleh, sebagaimana firman Allah dalam surah As-shaaf : 101
Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar[1283].
Bagaimana bukti kesabarannya, ketika Allah swt memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, dalam suatu dialog Allah sampaikan kepada kita, dengan sangat lengkap yaitu ketika Nabi Ibrahim menyampaikan kepada Anaknya :
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,  Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu[1284] Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[1285].
Kalau Nabi Ibrahim rela mengorbankan anak yang dicintai , maka yang diminta oleh Allah kepada kita bukanlah anak yang kita cintai untuk dikorbankan tetapi hanya sedikit harta yang dititipkan oleh Allah kepada kita, bagi kita yang ada kemampuan kemudian tidak melakukannya , Maka Rasululah menyampaikan kepada kita agar mereka itu tidak usa dating melakukan shalat sebagaimana kata Rasululah dalam hadits:
Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk berkorban kemudian tidak berkorban maka tidak usa ia dating ketempat kita shalat!
Begitu pentingnya  berkuban sampai-samapai orang yang  tidak mau melakukan kurban dilarang oleh Nabi untuk dating shalat, artinya sekalipun kita shalat maka shalat kita itu sia-sia, karena berkorban itu salah cara untuk memberikan harta kepada orang yang miskin, sementara orang yang enggang memberikan makan kepada orang miskin disebut sebagai pendusta Agama seperti firman Allah dalam surah Al-maun : 1- 3
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim,  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
 Saudarku  , mari kita berusaha untuk melakukan kurban, mudah-mudahan harta yang kita kurban akan diganti oleh Allah dengan yang lebih banyak dan lebih berberkah! Amin

Nama-Nama Fakultas

  1. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
  2. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
  3. Fakultas Syari'ah dan Hukum
  4. Fakultas Dakwah dan Komunikasi
  5. Fakultas Saint Teknologi
  6. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
  7. Ilmu Sosial dan Humaniora
  8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
  9. Fakultas Pascasarjana

Minggu, 11 November 2012

Do'a Tiap Gerakan Wudhu


1. Doa membasuh dua telapak tangan: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا
Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.

2. Doa ketika berkumur:
اَللَّهُمَّ اَسْـقِـنِى مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لاَ أَظْمَأُ بَعْدَهاَ أَبَدًا
Artinya: Ya Allah, curahkan segelas air dari telaga Nabimu Muhammad SAW yang tidak akan kehausan setelah itu selama-lamanya.
3. Doa membasuh hidung:

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنِى رَائِحَةَ جَـنَّتِكَ

Ya Allah, janganlah Engkau haramkan aku mencium harumnya surgaMu.

4. Doa ketika membasuh muka:
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
Artinya: Ya Allah! beri cahaya di wajahku pada hari bercahaya.

5. . Doa saat mencuci tangan kanan:
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا
Artinya: Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.

Doa saat mencuci tangan kiri:

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
Artinya: Ya Allah! aku berlindung denganMu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.

6. Doa saat membasahi kepala:
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ مِنَ النَّارِ وَاَظِلَّنِي تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلُّكَ
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulitku dari neraka dan lindungilah aku dari ArsyMu pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindunganMu.

7. Doa membasuh dua telinga:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik.

8. Doa saat membasuh dua telapak kaki:

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ
Artinya: Ya Allah, mantapkan kedua kakiku di atas titian (shirothol mustaqim) pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.

9. Doa setelah berwudhu :
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ اْلمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi
bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang soleh. (fn/ki/ai) www.suaramedia.com

Rabu, 07 November 2012

Enaknya Puasa Daud

zakat-maal

AddThis Social Bookmark Button
Cetak PDF
Puasa DaudSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi-Nya. Dalam postingan-postingan sebelumnya, kami telah menyinggung mengenai beberapa puasa sunnah, juga membahas keutamaannya. Pada kesempatan kali ini, kami akan menyajikan materi puasa lainnya yaitu mengenai puasa Daud. Puasa Daud adalah melakukan puasa sehari, dan keesokan harinya tidak berpuasa. Semoga bermanfaat. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”[1]
Faedah hadits:
1. Hadits ini menerangkan keutamaan puasa Daud yaitu berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) keesokan harinya. Inilah puasa yang paling dicintai di sisi Allah dan tidak ada lagi puasa yang lebih baik dari itu.
2. Di antara faedah puasa Daud adalah menunaikan hak Allah dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menunaikan hak badan yaitu dengan mengistirahatkannya (dari makan).
3. Ibadah begitu banyak ragamnya, begitu pula dengan kewajiban yang mesti ditunaikan seorang hamba begitu banyak. Jika seseorang berpuasa setiap hari tanpa henti, maka pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban. Sehingga dengan menunaikan puasa Daud (sehari berpuasa, sehari tidak), seseorang akan lebih memperhatikan kewajiban-kewajibannya dan ia dapat meletakkan sesuatu sesuai dengan porsi yang benar.
4. Abdullah bin 'Amr sangat semangat melakukan ketaatan. Ia ingin melaksanakan puasa setiap hari tanpa henti, begitu pula ia ingin shalat malam semalam suntuk. Karena ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi solusi padanya dengan yang lebih baik. Untuk puasa beliau sarankan padanya untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya. Namun Abdullah bin 'Amr ngotot ingin mengerjakan lebih dari itu. Lalu beliau beri solusi agar berpuasa sehari dan tidak berpuasa keesokan harinya. Lalu tidak ada lagi yang lebih afdhol dari itu. Begitu pula dengan shalat malam, Nabi shallallallahu 'alaihi wa sallam memberi petunjuk seperti shalat Nabi Daud. Nabi Daud ‘alaihis salam biasa tidur di pertengahan malam pertama hingga sepertiga malam terakhir. Lalu beliau bangun dan mengerjakan shalat hingga seperenam malam terkahir. Setelah itu beliau tidur kembali untuk mengistirahatkan badannya supaya semangat melaksanakan shalat Fajr, berdzikir dan beristigfar di waktu sahur.
5. Berlebih-lebihan hingga melampaui batas dari keadilan dan pertengahan dalam beramal ketika beribadah termasuk bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) yang tercela. Hal ini dikarenakan menyelisihi petunjuk Nabawi dan juga dapat melalaikan dari berbagai kewajiban lainnya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang malas, kurang semangat dan lemas ketika melaksanakan ibadah lainnya. Ingatlah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
6. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari’atkan lainnya. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Karena ingat di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas, maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. ... Wallahul Muwaffiq.”[2]
7. Tidak mengapa jika puasa Daud bertepatan pada hari Jumat atau hari Sabtu karena ketika yang diniatkan adalah melakukan puasa Daud dan bukan melakukan puasa hari Jumat atau hari Sabtu secara khusus.

Referensi:

Faedah ilmu ketika safar, 13 Rabi'ul Akhir 1431 H (29/03/2010), Via BB.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com

Sabtu, 22 September 2012

Lirik dan Makna Syiiran Gus Dur


Astaghfirullah robbal barooya
Astaghfirullah minal khotoya
Robbi zidniy ‘ilman nafi’a

Wa wafiqny ‘amalan sholiha

Aku memohon ampun Ya Allah, Maha penerima taubat
Aku memohon ampun Ya Allah dari pada segala dosa,
Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna, berikanlah aku amalan yang dimakbulkan,
Kurniakan kepadaku rezeki yg meluas, terimalah taubat kami dgn taubat nasuha…

Ya Rasulallah... salamun'alaik
Ya rafi’asyani waddaraji
‘Atfata yaji rotal 'alami
Ya uhailalju diwal karomi


Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2X



Aku mulai merapalkan syair
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang telah memberikan rahmat dan kenikmatan
Siang dan malam tanpa hitungan 

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro


Wahai teman-teman pria wanita
Jangan hanya mengkaji syariat saja
Hanya bisa mendongeng, menulis, dan membaca
Pada akhirnya akan sengsara (2x)

Akeh kang apal Qur’an Haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X


Banyak yang hafal Qur’an-Haditsnya
Suka mengkafirkan kepada lainnya
Kafirnya diri sendiri tidak diperhatikan
Kalau masih kotor hati dan akalnya (2x)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X


Mudah terbujuk nafsu angkara
Dalam perhiasan megahnya dunia
Iri dan dengki atas kekayaan tetangga
Karena itulah hatinya gelap dan nista (2x)

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X


Mari saudara jangan lupakan
Kewajiban mengkaji disemua runtutannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya
Bagusnya pesangon mulia matinya (2x)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X


Yang disebut shaleh bagus hatinya
Karena telah menetap ilmu sirri-nya (ilmu rahasia ke-Tuhanan)
Tindakan tarekat dan ma’rifatnya
Juga hakekat telah merasuk rasanya (2x)

Al-Qur'an qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X


Al-Qur’an qadim, wahyu yang mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu petuah guru yang waskita (ma’rifat)
Ditancapkan di dalam dada (2x)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X


Menempel hati dan pikiran
Merasuk di badan, semua jeroan (badan bagian dalam)
Mu'jizat Rasul menjadi pedoman
Menjadi jalan masuknya iman (2x)

Kelawan Allah kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X


Terhadap Allah yang Maha Suci
Harus berangkulan siang dan malam
Ditirakati, diriyadhahi (bersusah-payah)
Dzikir dan suluk (jalan menuju Tuhan) jangan sampai terlupa (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X


Hidupnya tenang merasa aman
Adanya rasa (aman) tanda kalau beriman
Sabar, menerima walaupun pas-pasan
Semua itu ditakdirkan oleh Tuhan (2x)

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo ngesio
Iku sunnahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito


Terhadap teman, saudara dan tetangga
Hendaknya rukun jangan saling mendengki
Itulah sunnah Rasul yang mulia
Nabi Muhammad tuntunan kita (2x)

Ayo anglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X


Mari laksanakan semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun terlihat rendah tata lahirnya
Tapi (sebenarnya) mulia kedudukan derajatnya (2x)

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X


Apabila meninggal nanti diakhirnya
Tidak tersesat roh dan sukmanya
Di gadhang (sukai-angkat) oleh Allah, surgalah tempatnya
Tetap utuh mayitnya juga kafannya (2x)

Ya Rasulallah... salamun'alaik
Ya rafi’asyani waddaraji
‘Atfata yaji rotal 'alami
Ya uhailalju diwal karomi

Download Syiiran Gus Dur (Gus Dur Nembang)

Minggu, 16 September 2012

Turunnya Dajjal dan Hikmahnya


1.1.           Turunnya Dajjal dan Hikmahnya
Dajjal berasal dari kata dajjala artinya menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa di sebut dajjal. Menurut salah satu pendapat ia disebut dajjal karena ia adalah pembohong yamg menutupi kebenaran dengan kepalsuan.
    Dalam Menurut sebuah hadits, dajjal di gambarkan sebagai laki-laki     berbadan  besar, berkulit merah, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta dan matanya ini tidak menonjol juga tidak tenggelam seperti buah anggur yang masak dan mata sebelah kirinya di tumbuhi daging tebal pada sudutnya. Diantara kedua ma     tanya terdapat tulisan hiruf kaf,fa,ro, secara terpisah atau tulisan kafir secara berangkai ia juga mandul (tidak memilik anak).
Dajjal juga disebut dengan nama Al Masih karena salah satu matanya    terusap/ tertutup (artinya: buta sebelah). Disebutkan pula bahwa ia dinamakan Al Masih karena dia mengusap/ melewati bumi selama empat puluh hari. Al Masih sendiri kadang ditujukan pada orang yang shidiq (jujur) yaitu‘Isa AS dan kadang pula Al Masih dimaksudkan untuk orang yang sesat lagi dusta yaitu Dajjal yang matanya buta sebelah.
Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratnya ujian yang akan dihadapi manusia

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya : "Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal." (HR. Muslim no. 2946)
An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.” Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia lalu memuji AllahSWT karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,
إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ، وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Artinya : "Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta". (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ،
 وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
Artinya : Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”. (HR. Bukhari)
Dalam hadits-hadits yang menerangkan tentang dajjal, disebutkan bahwa yang menjadi pengikut dajjal bukan hanya kaum kafir, tetapi tujuh puluh ribu umat Nabi Muhammad SAW pun akan mengikuti dajjal yang munculnya disebelah timur. Rasululloh mengatakan bahwa sejak Allah menciptakan Adam, tidak ada fitnah di muka bumi yang lebih besar dari fitnahnya dajjal. Dajjal akan membawa api dan dua sungai, yang satu penuh dengan air dan satu lagi penuh dengan api, gunung roti dan sungai penuh dengan air. Dajjal akan muncul membawa semacam surga dan neraka, surga penuh dengan asap dan nerakanya adalah kebun yang menghijau.
Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang kecepatan perjalanan dajjal. Nabi menjawab bahwa kecepatan perjalanan dajjal adalah seperti awan yang ditiup angin, bumi akan digulung untuknya dan akan menggenggam awan di tangan kanannya.
Dajjal disebutkan memiliki keajaiban menyembuhkan orang buta, lepra dan menghidupkan orang mati. Orang yang tipis iman dan tidak memiliki pengetahuan agama yang mendalam akan mudah melepaskan keyakinannya dan berganti dengan menyembah dajjal.
Tanda-tanda lain mengenai kemunculan dajjal adalah banyaknya anak lahir dari hasil perzinaan dan penampilan laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan berpenampilan seperti laki-laki.
Sebagian hadits mengenai Dajjal telah dikemukakan di atas. Intinya, semua hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa di akhir zaman, akan muncul Dajjal. Berita tentang Dajjal ini diriwayatkan dalam riwayat yang amat banyak, sampai derajat mutawatir. Hadits-hadits yang membicarakan tentang Dajjal pun berasal dari kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Oleh karena itu, orang yang meragukan tentang hal ini, dialah yang sungguh aneh.
Al Qodhi mengatakan, “Hadits-hadits yang disebutkan oleh Imam Muslim dan selainnya mengenai kisah Dajjal benar-benar sebagai hujjah bagi madzhab yang berada di atas kebenaran bahwa Dajjal benar adanya. Dajjal adalah benar-benar manusia. Allah mendatangkannya untuk menguji para hamba-Nya. Allah SWT memberikan pada Dajjal berbagai ilahiyah (ketuhanan), yaitu dengan menghidupkan mayit yang sebelumnya ia matikan, menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah dan kebun, menjadikan api dan dua macam sungai.
Dajjal sangat cerdik, lihai dan profesional. Ia mengajak orang berbuat maksiat yang dibungkus dengan keindahan. Mengajak manusia meraih kebahagiaan, padahal sebenarnya adalah kesengsaraan.
 Dajjal pun akan mengeluarkan berbagai macam perbendaharaan di dalam bumi, ia akan menurunkan hujan dari langit, dan tanah pun akan tumbuh tanaman. Ini semua dilakukan atas kuasa dan kehendak Allah. Kemudian setelah itu, Allah SWT membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa. Namun tidak ada yang bisa membunuh Dajjal dan menghancurkan berbagai urusannya melainkan ‘Isa AS. Allah SWT pun akhirnya mengokohkan hati orang beriman. Inilah madzhab Ahlus Sunnah, keyakinan para pakar hadits, para fuqoha dan para ulama peneliti lainnya.”
Kalau kita sadari, ciri-ciri kemunculan dajjal yang sesuai dengan hadits Rasululloh sebetulnya sudah nampak pada masa sekarang. Ciri atau tanda-tanda kemunculan dajjal tidak hanya kita fahami secara harfiah saja, tetapi juga harus diartikan dengan penafsiran kontekstual.
Hikmah diturunkan dajjal diantaranya adalah :
1.      Memperingatkan manusia agar selalu berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran.
2.      Menambah keimanan bagi manusia bahwa hari kiamat itu pasti ada.
3.      Mengingatkan kepada manusia bahwa ciri-ciri dajjal itu bermata satu /juling /buta sebelah.
4.      Keluarnya dajjal merupakan tanda-tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh dajjal adalah seberat beratnya ujian yang akan dihadapi manusia.
5.      Mengingatkan manusia untuk selalu mawas diri, berusaha melawan dajjal dengan berperilaku sebagaimana akhlak seorang muslim/muslimah.

Pengertian Isro' Mi'roj


1.1.Pengertian Isra’ Mi’raj dan hikmahnya
a.      Pengertian Isra’ Mi’raj
Menurut Bahasa Isra’ adalah “ berjalan di waktu malam “, sedangkan menurut istilah yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW di waktu malam dari Masjidil Haram mekah  hingga Masjidil Aqsa palestina, bertepatan dengan malam 27 Rajab satu tahun sebelum hijrahnya nabi. ( banyak pendapat ulama ). Allah SWT berfirman:
  
Artinya : Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS.Al-Israa: 1)
Mi’raj menurut bahasa adalah “alat untuk naik (tangga), sedangkan secara istilah mi’raj yaitu Nabi Muhammad SAW dinaikkan dari masjidil aqsha ke langit sampai ke Sidratul Muntaha (Sidratul Muntaha berasal dari kata sidrah dan muntaha. Sidrah adalah pohon Bidara. Sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan). Dengan demikian, secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya. Allah SWT berfirman :

Artinya : dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha ( QS.An-Najm: 13-14 )
Peristiwa mi’raj juga terjadi pada malam 27 Rajab, jadi mi’raj adalah sebagai kelanjutan isra’ yang dikerjakan oleh Rasulullah dalam waktu satu malam.
Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, terjadi pada tahun ke-12 dari kerasulannya atau satu tahun sebelum Nabi Hijrah, tepatnya tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut merupakan bagian paling rumit, unik dan sangat sulit otak manusia menerimanya, Lebih pada saat itu, Taraf pemikiran manusia pada saat itu masih sangat sederhana. Pemikiran mereka baru sampai pada masalah-masalah sederhana, dangkal dan bersifat spekulatif.  Tanggapan masyarakat tentang peristiwa Isra’ Mi’raj beraneka macam. Terdapat tiga kelompok kelompok dalam peristiwa ini, yaitu :
·         Kelompok yang membenarkan sepenuhnya peristiwa itu. (sahabat-sahabat yang memang mendapat petunjuk Allah. Prasangka baik dari hati mereka lebih kuat dan menonjol daripada kekuatan piker yang cenderung untuk ragu-ragu.
·         Kelompok yang ragu-ragu terhadap peristiwa itu. (kelompok sahabat maupun sejumlah pengikut Islam yang dikategorikan setengah berisi. Sikap ragu mereka sebagian melahirkan sikap murtad)
·         Kelompok yang terang-terangan menolak peristiwa itu. (kelompok masyarakat yang pada dasarnya sudah tidak percaya pada ajaran Islam)
Az-Zahri dan Urwah telah meriwayatkan, bahwa pada pagi hari  setelah Rasululloh SAW di Isra’ Mi’rajkan, ketika peristiwa itu diceritakan kepada orang-orang Quraisy, mereka banyak yang tidak mempercayainya, bahkan mereka mengadakan reaksi membuat fitnah yang keras. Dalam hal ini, mereka pergi menuju Abu Bakar As-sidik untuk memberitahu tentang apa yang dikisahkan oleh Muhammad dengan berkata : “Wahai Abu Bakar, teman anda Muhammad sudah gila, ia mengaku-aku telah pergi ke Bitul Muqaddas kemudian naik kelangit sampai ke Sidratul Muntaha dan kembali lagi sebelum waktu pagi, adakah anda mempercayainya?” Abu Bakar menjawab : “Kalau memang Muhammad berkata begitu, maka aku mempercayainya”. “Engkau percaya dengan dia?, tanya mereka. Abu Bakar dengan tegas menjawab : “Ya aku percaya, dan itu pasti benar”. Maka dari peristiwa inilah Abu Bakar disebut dengan sebutan “Ash Shiddiq”.
Kalau kita teliti dari kacamata agama, peristiwa isra’ mi’raj ini termasuk salah satu mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang luar biasa. Tidak ada manusia yang dapat melaksanakan kecuali Nabi SAW.
Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga dan terhormat, karena ketika itu shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasululloh SAW bersedih.
b.      Latar belakang terjadinya Isra’ Mi’raj
Ketika peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi, agama Islam sudah berumur 11 tahun lebih dan pengikutnya sudah ratusan jumlahnya. Menurut sejarah Islam, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun ke 12 dari kerasulannya. Dalam sejarah Nabi disebutkan bahwa selama 12 tahun dari kerasulan adalah merupakan detik-detik berbahaya. Istri Nabi, Siti Khadijah binti Khuwailid sebagai pendamping dalam perjuangan dan Abu Thalib paman Nabi sebagai tulang punggungnya secara beruntung dipanggil kehadirat Allah SWT.
Keadaan yang mencekam beliau ini cukup membuat kemelut dalam perjuangan dan mengganggu kestabilan. Peristiwa ini benar-benar membuat kondisi Nabi menjadi kritis. Kritis dalam perbuatan karena bendaharawan juang telah tiada, kritis dalam berperang karena pelindung telah berpulang, kritis psikologis karena kematian pamannya belum membawa iman yang diharapkan.
Dari fakta sejarah ini para ulama berpendapat bahwa peristiwa kematian istri dan paman Nabi merupakan latar belakang dan kausalitas pada proses terjadinya Isra’ Mi’raj.  
            c.       Riwayat Isra’ Mi’raj
-          Riwayat Isra’
Menurut banyak keterangan, diriwayatkan bahwa perjalanan Isra’ dimulai ketika suatu malam Nabi sedang tidur di Hijr (dekat ka’bah). Malaikat jibril membangunkan Nabi sampai tiga kali, ketika Nabi terbangun dari tidurnya melihat ada seekor hewan yang putih antara bagal dan himar, pada kedua pahanya ada dua buah sayap yang menambah cepat jalan kedua kakinya.

Perjalanan Isra’ Nabi Muhammad SAW dimulai dengan pesucian hati. Disebutkan sebelum dibawa Malaikat Jibril, Nabi dibaringkan lalu dibelah dadanya dan dibersihkan hatinya dengan air zam zam. Apakah hati Rosululloh kotor? Pernahkah Rosululloh berbuat dosa? Apakah Rosululloh punya penyakit dendam, iri, dengki atau berbagai penyakit hati lainnya? Dapat kita fahami dan kita ambil pengertian bahwa dicuci hati Nabi bukan dari kotoran dosa atau ma’siat. Yang dimaksud dicuci disini adalah dikikis habis dari sifat-sifat yang tercela yang ada pada hati manusia biasa. Karena sifat-sifat itu adalah penghalang dalam menghadapi masa-masa perjuangan seorang pemimpin apalagi seorang Rasul.

Rosululloh adalah sosok “Uswah”, pribadi yang hadir di tengah-tengah umat tidak saja sebagai mubaligh (penyampai) melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi percontohan bagi yang mengaku pengikutnya. “Laqod kaana lakum fii  Rosulillahi uswatun hasanah”. Memang betul, sebelum  melakukan perjalanan haruslah membersihkan hati. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan “suci” yang seharusnya dibangun dalam suasana “kefitrahan”. Berjalan dariNya dan menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini diperlukan lentera, cahaya atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai “nurani” itulah lentera perjalanan hidup.

Cahaya ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh gesekan-gesekan “karat” kehidupan (fa alhamaha fujuuroha). Semakin kuat gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya (taqawaaha). Dan oleh karenanya, disetiap saat dan kesempatan diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh kotoran-kotoran hati yang melekat. Hanya dengan itu, hati akan bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang kemudian menjadi “penentu” baik atau tidaknya seseorang pemilik hati.

ألا إن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلحت سير عمله، وإذا فسدت فسدت سير عمله.
Disebutkan bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan dosa-dosa setiap kali pula terjatuh
Noda hitam pada hati, yang pada akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia yang hatinya hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda, maka akhirnya Allah akan membalik hati tersebut. Hati yang terbalik inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka. Dalam Al Qur'an, Allah berfirman: 
  
Artinya: Sungguh beruntung siapa yang mensucikannya, dan sungguh merugi  siapa yang mengotorinya".(QS.Asy Syams. 9-10)
Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju "ilahi" dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya tersebut.
Perjalanan Isra’ Nabi Muhammad SAW dimulai dengan sholat sebagai rasa syukur di masjidil haram, dilanjutkan ke Thaibah (yatsrib/Madinah, daerah kemudian Nabi hijrah), Madyan (pohon Nabi Musa), Gunung tursina ( tempat Nabi Musa menerima wahyu langsung dari Allah) dan Baitullaham (betlehem/tempat kelahiran Nabi Isa AS). Pada setiap tempat itu Nabi SAW melaksanakan sholat sunnah dua rakaat. Pada perjalanan ini, Nabi juga diperlihatkan gambaran-gambaran tentang umatnya pada masa yang akan datang, kemudian perjalanan diakhiri dengan melaksanakan sholat di Baitul Muqoddas (masjidil Aqsho).
           Riwayat Mi’raj
Perjalanan Isra’ Nabi SAW diakhiri dengan sholat berjama’ah dengan ruh para Nabi (kecuali Isa bin Maryam AS) di Baitulmuqoddas (Masjidil Aqsha). Setelah sholat berjama’ah dilanjutkan dengan pidato sambutan dari para Nabi secara bergantian dan Nabi Muhammad SAW mendapatkan giliran terakhir. Setelah Nabi selesai mengungkapkan syukur kepada Allah, datanglah bidadari dengan membawa baki berisi dua gelas minuman. Segelas berisi susu dan segelas lagi berisi arak. Nabi memilih susu, kemudian Nabi meminumnya. Ketika itu Malaikat Jibril berkata :”tepat sekali pilihanmu ya Muhammad, minuman itu cocok sekali bagi fitrah manusia, sejak ia lahir minum susu ibu, murni, asli dan bergizi. Seandainya engkau memilih arak maka umatmu banyak yang mendurhakaimu dan sedikit sekali yang mengikutimu”.

Setelah Nabi-nabi mengucapkan pidato sambutan, kemudian mereka meninggalkan Masjidil Aqsha. Nabi Muhammad bersama Jibril dan Mikail keluar meninggalkan masjid, di halaman masjid ada sebuah batu besar, diatas batu itulah diletakkan sebuah alat semisal tangga untuk naik ke langit. Tangga itu mempunyai anak tangga sepuluh buah. Ujung bawah tangga itu terletak diatas batu shakhroh atau batu besar. Ketika diinjak anak tangga yang pertama maka akan langsung mencapai langit pertama begitu seterusnya.

Dengan mengucap basmallah Nabi menaiki tangga itu bersama jibril maka dengan seketika itu telah berada dilangit pertama dimuka pintu gerbang langit pertama “Babul Hafzhah”, disitu berdiri malaikat pengawal langit pertama yang bernama Ismail yang mempunyai anak buah 70.000 Malaikat dan tiap-tiap Malaikat memiliki 70.000 Malaikat. Dilangit pertama Nabi berjumpa dengan dengan Nabi Idris AS, langit kedua dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS,  langit ketiga dengan Nabi Yusuf AS, langit keempat dengan Nabi Idris AS, langit kelima dengan Nabi Harun AS, langit ke enam dengan Nabi Musa AS dan langit ketujuh dengan Nabi Ibrahim AS.

Kemudian dari langit ke tujuh Nabi di ajak ke Sidratul Muntaha.karena sampai batas inilah segala amal anak Adam di peroleh malaikat dari bumi. Di Sidratul muntaha ada surga dan Nabi melihat keadaan itu benar-benar terpesona,sungguh berbahagia sekali Nabi Muhammad dengan Isro’ dan Mi’rojnya Beliau diberi kesempatan keadaan surga dari dekat agar dapat di ceritakan kepada Umatnya sehingga mereka tambah beriman dan tambah keyakinannya.Kemudian Nabi di ajak melihat keadaan neraka, menurut Nabi neraka adalah tempat penyiksaan. Di dalamnya ada gunung-gunung, ada sungai dan telaga dan jurang-jurang. Air sungai neraka selalu panas dan mendidih, airnya ada dari cairan timah panas, cairan tembaga merah membara, air nanah yang sangat busuk dan bau anyir  darah.
Kemudian Nabi menuju Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah pohon bidara yang tidak berduri. Sebuah pohon raksasa yang tumbuh di langit ketujuh. Hanya Alloh yang mengetahui besarnya pohon itu.
Disinilah terjadi dialog antara Nabi dengan Alloh, diantara dialognya adalah tentang sholat lima waktu yang beliau tawar sampai sembilan kali mulai dari 50 rokaat menjadi 5 rokaat.
Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni'matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni'mat menyaksikan dan mengelilingi surga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni'matan yang dirasakan malam itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya.
Inilah sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan "dzikir", dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. "Wadzkurullaha katsiira" (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak), pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari "fadhalNya" dipermukaan bumi ini.
Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi'raj). 
Demikianlah akhir kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada malam itu. Bagi mereka yang hatinya berisi cahaya “iman” seperti Abu Bakar, Sayidina Ali dan sahabat Nabi yang lain mereka membenarkan Nabi dan menambah iman serta keyakinan mereka. Akan tetapi bagi mereka yang hatinya tertutup oleh kegelapan dan kekufuran, mereka lalu ingkar dan bertambah kekufuran mereka.
d                         Hikmah Isra’ Mi’raj
                  Setelah kita pahami kisah Isra’ Mi’raj, ada beberapa hikmah yang sangat penting, yaitu bahwa               di dalam perjuangan menghadapi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dunia dan akhirat :
1.      Menguatkan iman yang ada dalam dada kita, sehingga tidak mudah terpengaruh atau terpancing oleh keadaan dan lingkungan yang tidak menguntungkan.
2.      Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah sholat, Nabi dipanggil sendiri ke hadirat Allah SWT. Tidak seperti perintah-perintah yang lainnya yang cukup dengan perantara wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril. Ini menunjukkan bahwa perintah wajib sholat itu sangat penting. Sholat adalah satu rangka pokok iman.
3.      Motivasi untuk memiliki akhlak mulia. Sebab budi pekerti yang baik dapat dipakai sebagai ukuran tinggi rendahnya derajat manusia disisi Allah.
4.      Membangun pribadi kita dengan mengerjakan sholat lima waktu dengan khusu’, ikhlas dan tekun hanya karena Allah semata. Inilah sikap seorang muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membaka bekal sholat yang kokoh.